Sudah Saatnya Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Menyediakan Aplikasi Harga Pangan

Siaran Pers BersamaPagi-pagi sekali setelah Sholat Subuh saya tertarik dengan berita Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan aplikasi yang bernama Informasi Pangan Jakarta platform Android dan iOS yang menampilkan harga kebutuhan pokok pada seluruh pasar induk di wilayah DKI Jakarta, dimana peluncuran aplikasi ini dilakukan dengan melibatkan Bank Indonesia dan PD Pasar Jaya.

Peluncuran aplikasi tersebut dibarengi dengan peluncuran situs resmi Informasi Pangan Jakarta. Jadi selain kemudahan mengakses pada smartphone juga dapat dilihat pada web browser pc jenis desktop, laptop, maupun tablet.

Jelas bagi saya pribadi hal ini sangatlah positif karena menyangkut transparansi harga yang berlaku setiap hari untuk kepentingan transaksi jual-beli antara :

  1. penjual-pembeli baik pada tingkat pasar induk maupun pasar dengan tingkatan yang lebih rendah; dan
  2. petani (selaku pemasok bahan pokok) dengan pedagang pengumpul yang bertanggung jawab membawa bahan pokok menuju pasar induk; dan
  3. pihak lain yang berkepentingan dengan harga yang berlaku untuk berbagai kepentingan.

Selain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memiliki aplikasi dan situs resmi serupa dengan nama Priangan (Portal Informasi Harga Pangan) yang tersPrianganedia dalam platform Android dan iOS. Hanya saja pada saat saya mengakses melalui web browser dan aplikasi Priangan platform iOS, pengelola Priangan “tidak serajin” pengelola Info Pangan Jakarta yang tetap melakukan update data harga pangan sekalipun masih dalam suasana libur ‘Idul Fitri 1437H. Harga yang ditampilkan pada aplikasi Priangan adalah harga per tanggal 1 Juli 2016 dengan harga pembanding tanggal 30 Juni 2016.

Informasi Pangan JakartaUntuk pemerintah provinsi lainnya saya tidak menemukan situs dan aplikasi seperti Informasi Pangan Jakarta dan Priangan yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekalipun saya menemukan milik Pemerintah Provinsi Lampung pada tautan berikut, namun informasi yang ditampilkan terlalu minim dan tidak fokus dalam menampilkan harga secara rinci. Padahal situs ini sudah ada sejak tanggal 14 November 2013 tapi rupanya pengelola situs ini kurang memanfaatkan secara optimal kekuatan yang sangat besar yang bernama internet. Sayang sekali.

DWebsite Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kota Bandar Lampungi kala tahun 80-90 an kita masih sangat akrab dengan perangkat yang bernama radio, dan ada satu instansi yang rajin menyampaikan harga bahan pokok di pasar induk yaitu Radio Republik Indonesia (RRI). Saya jadi teringat kembali sewaktu sang penyiar melaporkan harga sayur mayur, beras, gula, dan komoditi lainnya dengan istilah kualitas ABC. Atau bahkan kita melakukan olok-olok kepada kawan dengan meminjam istilah cabai “keriting”. Karena memang rambutnya keriting atau ikal.

Pada saat itu saya tidak mengerti apa maksud dari pemberitahuan RRI atas harga di pasar induk dan mendengar berita tersebut sangatlah membosankan. Lain hal jika mendengar sandiwara radio yang terkenal saat itu seperti Saur Sepuh, Tutur Tinular, dan Misteri Gunung Merapi.

Seiring dengan penambahan umur dan menikah, barulah tersadar betapa pentingnya informasi sayur mayur yang dibacakan penyiar RRI setiap harinya dan menjadi patokan para pedagang sayur keliling untuk menjual barang dagangannya dengan mengambil margin yang diharapkan. Bila harga sayur mayur naik tinggi dan penjual tidak berkutik untuk tidak menjualnya dengan harga murah atau normal, seringkali pedagang sayur menjadi sasaran umpatan atau caci maki atau kekesalan para pembeli.

Dengan ketersediaan aplikasi harga pangan tersebut di atas, berguna juga untuk memantau berapa banyak margin yang diambil oleh para pedagang pada tiap tingkatan pasar. Lalu kita bisa mengetahui di tingkatan mana pedagang mengambil keuntungan terbesar. Apakah di tingkatan pasar induk? Atau pasar di bawah pasar induk? Atau di tingkatan pedagang keliling dengan menanggung segala risikonya?

Dengan mengetahui besarnya keuntungan yang diambil pedagang akan tercipta peluang tawar menawar harga untuk memperoleh harga yang disepakati.

Sesuai dengan judul tulisan ini dan uraiannya, saya berpendapat sudah selayaknya seluruh Pemerintah Provinsi mengikuti jejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu manfaatnya adalah pemerintah daerah akan lebih cepat mengetahui fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar dan kelangkaan komoditi apa saja tanpa harus membaca dokumen atau kertas yang penyiapannya membutuhkan waktu. Jadi cukup dengan melihat aplikasi dan situs resmi dimana seluruh informasi harga telah di-input oleh pihak yang bertanggung jawab dan jujur, keputusan terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dapat segera diambil.

Saya teringat dengan kutipan Robert T. Kiyosaki (penulis Rich Dad, Poor Dad) bahwa sekarang adalah zaman informasi. Pihak yang berkuasa adalah yang menguasai informasi.

Sudah saatnya seluruh pemerintah provinsi menguasai informasi tersebut untuk kepentingan umum.

Demikian, semoga bermanfaat.

Pembaharuan :
Saya baru saja memperoleh tautan harga komoditi dari situs Aplikasi Pertanian dari Pemerintah setelah sekian lama mencari. Silakan klik tautan ini.

5 thoughts on “Sudah Saatnya Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Menyediakan Aplikasi Harga Pangan

  1. Pingback: Mencoba Mi Headphone 3 (Piston 3.0) | bang berly

  2. Pingback: Upgrade OS Lollipop Pada Asus Zenfone 5? Menyebalkan! | bang berly

  3. Pingback: Tantangan Upgrade OS Asus ZenFone 5 | bang berly

  4. Pingback: Keunggulan BBM Group dibanding Aplikasi Messenger Lain | bang berly

  5. Pingback: Velg Alcoa Yang Ringan dan Tangguh | bang berly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s