Seberapa Jauh Anda Menyerahkan Data (Rahasia) Anda Pada Android (Google)?

Fitur Baru 10.3.2Entah kenapa tiba-tiba saja saya ingin menulis mengenai topik keamanan atau lebih tepatnya mengenai data pribadi yang sifatnya rahasia, namun dengan sadar (atau tidak) kita serahkan kepada google untuk (sekedar) bisa menggunakan smartphone yang di dalamnya telah terpasang Android operating system.

Berikut kumpulan artikel di tahun 2015 yang saya dapatkan mengenai kegiatan mata-mata google melalui Android operating system maupun tanpa melalui Android:

  1. http://m.merdeka.com/teknologi/google-now-kini-bisa-memata-matai-akun-gmail.html
  2. http://www.jurnalweb.com/google-memata-matai-dan-menyimpan-data-anda-ini-buktinya/
  3. http://techno.okezone.com/read/2015/07/23/207/1184289/ini-cara-google-memata-matai-penggunanya
  4. http://www.teguhperbawa.com/google-memata-matai-dan-merekam-riwayat-aktivitas-anda/
  5. http://m.metrotvnews.com/read/2015/10/02/436810/puji-fitur-keamanan-pada-priv-blackberry-meledek-apple?fb_comment_id=883071468450984_883411041750360
  6. http://m.liputan6.com/tekno/read/2245316/bos-apple-sindir-google-dan-facebook

Karena saya termasuk pengguna aktif akun google sudah dipastikan banyak jejak yang saya tinggalkan untuk google dapat lihat dan google manfaatkan untuk peningkatan produknya. Lalu bagaimana dengan data rahasia yang sifatnya sangat pribadi dan tidak layak untuk dibaca oleh siapapun?

Dari beberapa artikel yang saya kutip di atas sepertinya sudah menjawab banyak pertanyaan saya dan khalayak pengguna produk google.

Dengan hadirnya Android dan perangkat yang beragam harganya jelas sudah sangat membantu para pengguna. Kita bisa memiliki perangkat yang luar biasa canggih yang tidak hanya untuk kepentingan komunikasi suara dan teks, tapi bisa lebih dari itu.

Yang sebelumnya kecanggihan smartphone tersebut hanya dimiliki merek terkenal seperti Apple, Palm, BlackBerry, HP iPaq, Motorola, Ericsson dan lain-lain yang juga harus ditebus dengan dengan harga yang mahal, sejak kehadiran smartphone bersistem operasi Android semua lapisan masyarakat bisa memilikinya.

Lalu bagaimana dengan rahasia pribadi? Apakah para pengguna Android sadar akan hal ini?

Apple dan BlackBerry dalam pendidikannya kepada calon pengguna produknya selalu menyertakan informasi keamanan dan menghargai data rahasia pengguna. Sekalipun mereka memiliki toko aplikasi yang membutuhkan data pribadi pengguna, mereka selalu meyakinkan para pengguna bahwa data mereka aman dan tidak akan digunakan untuk kepentingan komersial Apple dan BlackBerry.

Menurut pendapat saya, para pengguna Android terlalu dibombardir dengan kehebatan perangkat keras semata seperti prosesor dual core, quad core, octa core, dll. Lalu kita beranjak ke bagian RAM, dimana produsen smartphone juga berlomba memperbesar kapasitas RAM dimana masa kini RAM berukuran 1 GB sudah menjadi kebutuhan minimum.

Lalu apalagi? Ah… Bagian kamera. Di sini produsen menarik perhatian dengan memperbesar pixel kamera. Kamera bagian depan diberi kemampuan mengambil foto selfie berjamaah dengan lebar pengambilan gambar (wide angle) yang mumpuni.

Itu semua adalah jurus marketing. Bagaimana dari sisi edukasi (pendidikan) konsumen akan kehebatan perangkat yang mereka miliki? Untuk apa saja perangkat tersebut dapat membantu pekerjaan kita? Dibagian ini produsen smartphone Android masih minim informasi.

Apakah ada produsen smartphone yang memberikan informasi : “Jika Anda menggunakan produk kami yang bersistem operasi Android maka data Anda akan diintip oleh google dan google berhak mengirimkan iklan atau komersialisasi yang disesuaikan dengan kecenderungan Anda beraktifitas.”

Belum lagi tanggung jawab produsen untuk melakukan update dan upgrade versi operating system Android sebagaimana harapan google untuk menghadirkan operating system yang aman dari serangan pihak yang tidak bertanggung jawab, dan operating system yang gegas dalam bekerja.

Berikut kutipan Tim Cook pada acara EPIC’S Champions of Freedom di Washington, Amerika Serikat : “Ia juga menghimbau konsumen untuk tidak menukar informasi pribadi dengan layanan gratis. Karena, katanya, layanan gratis semacam itu sebenarnya ‘sangat mahal‘.
“Konsumen harus mengontrol informasi mereka. Anda mungkin menyukai layanan gratis, tapi menurut kami layanan-layanan itu tidak sepatutnya memiliki e-mail, riwayat pencarian dan bahkan kini data foto keluarga Anda. Kami pikir, suatu hari konsumen akan melihat tujuan dari itu semua,” katanya.

Berikut kutipan artikel dari situs liputan6 akan kehandalan produk BlackBerry :

Seperti diketahui, BlackBerry merupakan salah satu produsen paling terpercaya untuk urusan hardware dan software di dunia. Karena faktor privasi dan keamanannya itu, kata Chen, perangkat BlackBery digunakan oleh sejumlah orang paling berpengaruh di dunia termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.””

Dengan kehadiran operating system BlackBerry versi 10.3.2 yang berbasis QNX sepertinya saya pribadi tertarik menggunakan produk BlackBerry seperti seri Z10. Pada versi 10 BlackBerry benar-benar melakukan perombakan total dari versi 7 ke bawah. Sepertinya BlackBerry berhasrat mengungguli iPhone 5 jika dilihat dari waktu peluncuran produk ini.

Untuk produk Apple seperti iPhone sudah saya rasakan. Bahkan saking terkesannya dengan UI iOS saya memodifikasi tampilan Android yang membosankan menjadi mirip lingkungan iOS versi 7.

Jadi, sudah sejauh mana Anda memberikan data rahasia kepada google?

Demikian unek-unek saya kali ini. Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Seberapa Jauh Anda Menyerahkan Data (Rahasia) Anda Pada Android (Google)?

  1. Pingback: Mencoba Mi Headphone 3 (Piston 3.0) | bang berly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s