Mencoba Mi Headphone 3 (Piston 3.0)

mi-in-ear-headphones-3Hari ini (Xiao) Mi Headphone (generasi) 3 tiba dan diterima dalam kondisi baik. Pembelian Mi Headphone 3 saya lakukan pada situs Lazada.

Entah mengapa banyak blog atau situs yang mengulas produk ini memberi julukan Xiaomi Piston 3.0. Padahal bila kita akses situs (Xiao) Mi Indonesia, produk ini diberi label “All-new Mi In-Ear Headphone“. Jadi sama sekali tidak ada kata “piston”. Bila pertimbangannya untuk memudahkan pengucapan ya, sah-sah saja.

Seperti postingan saya sebelumnya, penggunaan headphone ini saya terapkan pada Asus

Unbox Mi New Headset

Unbox All-new Mi In-Ear Headphone

ZenFone 5. Atas pertimbangan harga yang ramah (terjangkau) dan kualitasnya bagus, serta ingin menambah koleksi headphone yang akan disesuaikan dengan kondisi. Seperti bepergian yang panjang, atau penggunaan di dalam ruangan (kantor atau rumah), atau sekedar ingin bersantai saja. Lalu bagaimana kesan saya selama menggunakan produk ini? Akan saya tulis satu per satu sesuai kemampuan.

Kemasan;

Mi

All-new Mi In-Ear Headphone

Kemasan Piston 3 ini sangat mirip dengan kemasan Apple Earpods. Warna putih dan bentuk bujur sangkar yang presisi bagi saya sangat cantik dan menggoda untuk segera membukanya. Setelah dibuka akan tampak kotak headphone yang masih juga terbungkus plastik putih tipis nan halus. Silakan buka bungkus plastik tipis tersebut maka akan tampak seperti gambar di sebelah kiri.

Selesai membuka bungkus terluar jangan buru-buru membuang bungkus tersebut. Karena di dalamnya terdapat “manual book” penggunaan headset ini. Manual book yang terdapat pada balik bungkus tersebut mengingatkan saya akan kitab kungfu rahasia di film-film Hong Kong klasik. Mengingat Xiao Mi ini memang berasal dari negara Cina.

Analisis Bentuk;

Tanpa ragu kalau Piston 3 ini mirip dengan beats tour by dr. dre (tidak jelas gelar untuk

Jpeg

All-new Mi In-Ear Headphone

kedokteran umum atau spesialis apa. Kidding). Yup. Sangat mirip sekali. Di bagian terbawah kemasan terdapat karet headphone sesuai ukuran lubang telinga yang sesuai dengan pengguna. Paket ini sama dengan Piston 2 yang telah saya miliki sebelumnya.

Darimana saya tahu bahwa Piston 3 ini mirip dengan beats tour by dr. dre? Dari bentuk corong suara speaker yang miring dan tidak lurus sebagaimana bentuk biasa. Itulah sebabnya. Namun saya tidak memiliki pengetahuan siapakah yang pertama kali menerapkan model seperti ini. Apakah beats atau produsen lain. Jika ada pembaca yang mengetahui silakan berbagi di bagian komentar.

beats_tourSebagai perbandingan bentuk dengan beats tour by dr. dre dapat dilihat pada gambar di sebelah kiri.

Entah mengapa Xiao Mi sepertinya mengikuti bentuk dari beats. Pada Piston 2 bentuknya mirip dengan urbeats by dr. dre. Sebagai perbandingan dapat dilihat pada gambar berikut.

Xiaomi Piston

Xiaomi Piston

urbeats

urbeats

Kualitas Suara;

Distortion Curve

Distortion Curve

Pada situs Mi Indonesia, hasil uji distorsi produk ini tidak kalah dengan merek terkenal yaitu Sennheiser CX 985 dan urbeats by dr. dre. Masalah benar tidaknya pengakuan ini hanya Xiaomi yang tahu. Teknis pengujiannya tidak dijelaskan pada situs tersebut.

Dari suara yang dihasilkan terdengar lebih crisp. Bass dan treble terasa imbang dibanding Piston 2 dimana produk sebelumnya lebih dominan bass. Serta suara yang dihasilkan pada tingkat volume (level suara) antara produk ini terasa beda sekali.

Misalnya level volume kita atur ke level 5 (skala 1-10), kekuatan suara Piston 2 jauh lebih bertenaga dibanding Piston 3. Tapi sekali lagi perbandingan ini masih bisa diperdebatkan. Sebab Piston 2 sudah saya miliki dan sering saya dengarkan musik lebih dari 2 (dua) bulan. Sedangkan Piston 3 baru beberapa hari. Menurut beberapa artikel yang saya baca, hal ini juga bisa mempengaruhi diafragma pada Piston 2 dibanding Piston 3. Pendapat ini saya utarakan setelah memutar lagu, menonton film, melakukan panggilan telepon, dan mendengarkan radio pada Asus ZenFone 5 serta MacBook Pro.

Perbandingan atau pengujian kualitas suara Piston 3 saya lakukan menurut “selera” pribadi. Tidak berdasarkan standard uji yang berlaku. Dan hasil suara yang dihasilkan bisa juga terpengaruh akan kualitas lagu yang saya mainkan (bitrate dan lain-lain). Kualitas suara terasa lebih baik jika dihubungkan dengan MacBook Pro dan memainkan video klip musik melalui iTunes.

Sennheiser_CX_985

Sennheiser_CX_985

Fitur Tombol;

Tombol pada Piston 2 dan Piston 3 (sekali lagi ini hanya sekedar memudahkan penyebutan dan

Tombol Xiaomi Piston

Tombol Xiaomi Piston 2

penulisan) dipastikan berbeda. Menurut selera saya, jenis tombol pada Piston 2 lebih berkelas dan memudahkan dalam pengoperasiannya dibanding Piston 3.

Bentuk tombol Piston 3 terlalu kecil dan sangat rapat. Hal ini bisa di lihat pada gambar paling atas pada tulisan ini. Persamaan kedua produk Xiaomi adalah jumlah tombol yaitu berjumlah 3 (tiga). Menurut manual book-nya, tombol paling kanan dan kiri berfungsi untuk volume up dan volume down. Tombol tengah untuk menerima dan menutup panggilan.

Selain itu, tombol di tengah berfungsi juga untuk melompati (skip) urutan lagu yang akan diputar. Seperti Piston 2, kita awalnya agak sedikit kesulitan mencari bagian kuping kanan-kiri earphone. Karena huruf R dan L tidak diberi warna yang lebih terang. Tapi pada Piston 3 ini dapat dengan cepat kita ketahui, sebab untuk bagian kanan terdapat tombol kontrol yang mendekati mulut.

Kesimpulan.

Produk ini layak untuk digunakan pada Asus ZenFone 5 dimana suara yang dihasilkan terdengar imbang antara bass dan treble dibanding Piston 2. Namun bila sudah memiliki Piston 2 dan mempertimbangkan power dan efek bass yang dominan, maka tidak usah membeli Piston 3.

Kenyamanan masih unggul Piston 2. Karena bentuknya yang “mungil” dan dapat bertengger dengan pas pada cekungan tulang telinga bagian dalam, sehingga dapat meredam suara dari luar, dan akan menghasilkan efek suara bass yang dalam (deep) dan bertenaga (powerfull). Bentuk Piston 3 yang “aneh” menurut saya malah akan menekan tulang rawan telinga. Sangat tidak disarankan jika mendengarkan musik sambil tiduran menyamping. Karena akan menekan kuping kita dan menimbulkan rasa sakit.

Menimbang nama besar Xiao Mi, kualitas barang dan material yang digunakan, serta harga yang terjangkau, Piston 3 layak untuk dimiliki. Bila sebelumnya sudah memiliki Piston 2 tidak ada salahnya memiliki Piston 3. Dengan pertimbangan efek suara yang dihasilkan berbeda dan masing-masing unggul atas genre musik yang dimainkan (seperti pop-jazz-rock-heavy metal-dll).

Kekurangan produk ini (serta Piston 2) ada pada bagian tombol kontrol yang tidak berfungsi sebaik bila dihubungkan ke smartphone Xiao Mi yang menggunakan MIUI (khususnya pada bagian volume up and down).

Semoga bermanfaat.

 

Baca juga :

  1. Keunggulan BBM Group dibanding Aplikasi Messenger Lain;
  2. Lindungi BBID Anda;
  3. Sudah Saatnya Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Menyediakan Aplikasi Harga Pangan;
  4. Seberapa Jauh Anda Menyerahkan Data Anda Pada Android;
  5. Sudah Saatnya Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Menyediakan Aplikasi Harga Pangan.

23 thoughts on “Mencoba Mi Headphone 3 (Piston 3.0)

  1. Tuxlin

    mantaff gan reviewnya…mengenai tombol kontrol, punya saya berfungsi mas di luar Xiaomi, yakni Mito Impact A10 dan Nokia Lumia 520. Soal kualitas, memang paling optimal di ponsel Xiaomi, IMO🙂

    Reply
    1. mautauaja

      Bila tombol kontrol berfungsi pada perangkat berbeda bisa dibilang Anda beruntung. Hehehe… Mengenai kualitas suara hanya kuping kita yang bisa mendengar dan menilainya setelah dicerna oleh akal.
      Indera telinga ini kalau sudah pernah mendengar kualitas suara yang bagus dari produk earphone apapun merk-nya, maka akan sulit menerima suara dari perangkat kualitas suaranya di bawah dari perangkat sebelumnya. Sekalipun itu merek terkenal.

      Reply
      1. sadxiaomi

        hanya menyampaikan, untuk tombol volume up dan volume down bisa disetting di miui bukan karna rusak memang ada settingannya

      2. bang berly Post author

        Penggunaan produk ini pada Asus Zenfone 5 yang tidak menggunakan MIUI seperti pada perangkat (Xiao)Mi.
        Tapi menggunakan ZenUI hasil olahan Asus.
        Apakah ada informasi bagaimana menggunakan headphone Piston 3.0 dengan fitur yang berfungsi seluruhnya pada Asus Zenfone 5?

  2. Pingback: Bass Booster Untuk Earphone | bang berly

  3. Kurniawan

    kalau di pakai sambil tidur semalem enak piston 2 apa 3 gan ?

    dan bisa kasih review juga bagaimana kualitas mic nya ?

    ,terimakasih

    Reply
    1. bang berly Post author

      Piston ini saya coba pada Asus ZenFone 5, dan hasilnya lebih bagus Piston 2 dibanding piston 3.
      Untuk di dengar sambil tiduran? Lebih baik hindari karena alasan kesehatan.

      Reply
      1. Ai

        saya pake audio subml yang harus di dengarkan minimal 8 jam sehari, jadi untuk pemakaian dalam waktu yang lama lebih nyaman yang mana mas ?

        piston 3 yang bengkok, atau piston 2 yang lurus yaa

      2. bang berly Post author

        Kalau kenyaman untuk pemakaian saya lebih memilih Piston 2 (mirip ur beats) dibanding Piston 3 (mirip beats tour).
        Btw, penggunaan pada perangkat apa? Asus ZenFone juga?

      3. Ai

        mi4i gan😀 sayang nih stock nya lagi habis di mi.com tempat lain mana yaa ?

        di lazada kok kaya g meyakinkan harganya beda beda

      4. bang berly Post author

        Sekedar tips untuk membeli di Lazada, silakan pilih penjual yang menerapkan Perlindungan Pembeli 100% dan Jaminan Kepuasan. Jangan lupa membaca testimoni pembeli atas layanan penjual.

    2. bang berly Post author

      Untuk kualitas mic pada penggunaan di Asus ZenFone 5 berfungsi dengan baik.
      Hal ini sudah sering saya buktikan pada saat berolah raga lari sambil melakukan panggilan atau menerima telepon.
      Namun untuk fungsi tombol volume up-and-down tidak bisa diharapkan.

      Reply
    1. bang berly Post author

      Pada saat saya menulis artikel ini harga perolehan Rp239ribu.
      Lebih baik sebelumnya mengunjungi situs resmi Xiaomi Indonesia untuk mencari tahu jenis produk yang sedang mereka keluarkan sekarang dan dimana bisa membelinya.

      Reply
  4. nova

    gan mau tanya saya. ane pake piston 3 hp ane oppo r7lite nah headset ane untuk tombol volume kurang ( – ) tidak berfungsi. sedangkan tomboh volume nambah suara sama untuk play/paus berfungsi. tp headset ane d coba d hp laen bisa berfungsi semua tombolnya. apa hp ane gk support sama piston3? sama kalo d pake suka nambah sendiri volumenya gan. terimakasih

    Reply
    1. bang berly Post author

      Jika keluhan tersebut dijumpai sejak awal penggunaan, kemungkinan besar headset tersebut tidak cocok dengan smartphone kita.
      Itu adalah risiko yang sering dijumpai atas penggunaan merek perangkat yang berbeda dimana masing-masing pemilik merek memiliki produk unggulan.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s