Mencoba Web Browser Maxthon

Sudah lama tidak menulis di blog ini. Hampir setahun dari tanggal 31 Maret 2013.

Situs MaxthonKali ini saya hendak menulis tentang web browser Maxthon yang sudah saya gunakan selama 2 minggu. Diawali dari ketidaksengajaan sewaktu mengakses situs http://html5test.com dan membandingkan skor antar web browser populer termasuk web browser kesayangan saya yaitu Mozilla Firefox.

Bisa dilihat dari link iniMaxthon 4.1.3.4000, saya cukup terkaget-kaget dengan nama Maxthon. Apakah ini produk baru ataukah produk lama tapi saya baru saja mengetahuinya. Membaca penghargaan dari beragam majalah dan situs komputer, Maxthon tidak bisa dipandang sebelah mata. Penghargaan yang mereka peroleh bisa dibaca pada link ini. Sejarah kemunculan pertama Maxthon hingga versi akhir bisa dibaca pada link ini.

Namun seperti biasa, ulasan suatu produk atau sejarah yang tertulis panjang biasanya tersedia pada situs wikipedia. Awal mulanya Maxthon ini dibangun dari layout engine Trident yang digunakan Microsoft Internet Explorer. Lalu menggunakan layout engine Webkit, dan terakhir adalah Blink.

Bagaimana dengan konsumsi RAM web browser Maxthon?

Berikut daftar link yang saya buka untuk mengetahui konsumsi RAM pada web browser Maxthon di OS X 10.8.5 (Mountain Lion) :

  1. http://html5test.com
  2. https://bangberly.wordpress.com (sewaktu menulis artikel ini);
  3. http://www.kompas.com;
  4. http://www.detik.com;
  5. http://www.apple.com;
  6. http://www.tempo.co;
  7. http://www.makemac.com;
  8. http://www.microsoft.com;
  9. http://id.yahoo.com;
  10. http://www.youtube.com.

Untuk kesimpulan konsumsi RAM, saya serahkan kepada pembaca sekalian. Khususnya yang Activity Monitor Maxthonahli mengenai hal ini. Silakan berbagi ilmu (Task Manager atau Activity Monitor konsumsi RAM bisa dilihat pada gambar di samping).

Hanya saja yang menjadi catatan saya, aplikasi ini belum memiliki kesamaan versi untuk platform OS X dan Windows, sehingga hasil penilaian versi Windows yang menjadi juara. Walau perbedaan begitu tipis dan mungkin tidak kentara pada penggunaan browsing biasa, tapi dengan adanya dualisme dukungan platform OS membuat saya tidak puas. Hampir lupa… untuk platform GNU/Linux Maxthon juga tersedia.

Settings MaxthonLalu bagaimana dengan urusan download pada Maxthon? Bila didukung dengan koneksi internet yang stabil serta kencang, tidak ada kendala apapun untuk urusan download hingga selesai. Saya sudah menguji beragam ukuran file dari yang kurang 1 MB hingga 1,3GB, fitur download pada Maxthon sungguh memuaskan. Bila kita hendak mengetahui berapa kecepatan file yang kita download bisa buka jendela download. Klik tombol Settings yang terdapat pada pojok kanan disamping bagian url, klik tulisan Downloads.

Maxthon juga menyediakan fitur mode menjelajah secara private. Klik tombol Settings seperti Mode Private Maxthongambar di atas, klik tulisan Private. Maka akan muncul jendela baru dengan ikon seorang detektif.

Demikian tulisan yang sederhana ini. Semoga menjadi manfaat.

3 thoughts on “Mencoba Web Browser Maxthon

  1. Ade Malsasa Akbar

    Saya masih menunggu Bang Berly. Kapan pun itu.

    Satu hal yang sangat saya sukai pada Maxthon (era lama), adalah kemampuan asosiasi penulisan otomatis nama domain dengan shortcut key yang sangat luwes. Saya belum memperolehnya di irefox dan Chromium sampai hari ini. Entah dengan Maxthon yang saat ini.

    Reply
  2. Joanne

    That is a good tip particularly to those fresh to the blogosphere.

    Short but very accurate info… Appreciate your sharing this
    one. A must read article!

    Reply
  3. Pingback: Maxthon Web Browser Jilid 2 | bang berly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s