Akhirnya Firefox Lulus Uji Acid3 Test

Secara tidak sengaja mampir ke blog BrowserFame, akhirnya diketahui kalau Mozilla Firefox sudah lulus uji Acid3 Test dengan skor 100/100 Yiipppiii…

Sejak lama saya menantikan web browser kesayangan ini mencapai skor 100/100, dimulai dari versi 3.x.x, beranjak ke versi 3.5.x, lalu versi 4.x.x, kemudian versi 5.x.x, terakhir versi 6.x.x. Sungguh penantian yang panjang, namun terbayar sudah. ceileee

Dibanding dengan web browser kompetitor lain seperti Opera, Firefox selalu left behind alias tertinggal terus. Wkwkwk…

Ketertinggalan ini saya ketahui sejak Acid2 Test, hingga Acid3 Test. Namun Firefox mampu meninggalkan Opera pertama kali pada uji html 5, cuma tetap belum menjadi jawara karena masih kalah dengan Google Chrome yang terbilang lebih muda usianya dibanding Firefox-Opera-Safari.

Yang mengejutkan adalah web browser andalan Apple yaitu Safari (kini versi 5.1) yang hanya mampu bertengger di peringkat 3 pada uji html 5 setelah Google Chrome (versi 13) dan Firefox (versi 6). Padahal pada suatu kesempatan bagaimana CEO Apple, Steve Jobs, menolak memasukkan add on Flash produk Adobe pada iOS, dan lebih memilih web standard html 5, namun web browser Safari masih belum menunjukkan taringnya atau yang paling terdepan dalam mengusung html 5.

Terlepas dari persaingan web browser mana yang lebih dulu lulus uji acid2 test, acid3 test, dan html 5, bagaimana pengaruhnya pada kinerja atau dukungan pada kebutuhan kita?

Saya rasakan tidak ada perbedaan yang berarti. Semua web browser tersebut di atas seluruhnya cepat, stabil, dan tangguh dari serangan dibanding produk Microsoft yaitu Internet Explorer (namun untuk versi 10 nanti, Microsoft sudah mulai mengejar ketertinggalannya pada uji html 5). Dan semuanya mampu membantu saya dalam menyelesaikan pekerjaan yang sudah berbasis web.

Keleluasaan kita untuk mengubah atau menambahkan fitur pada Firefox, membuat saya susah berpaling ke web browser lain. Bagaimana dengan Anda?

2 thoughts on “Akhirnya Firefox Lulus Uji Acid3 Test

  1. streetlearner

    kekurangannya cuma satu sih bang..

    soal kecepatan dan responsif, jaug lebih cepet chrome.. tapi chrome punya satu kekurangan yang fatal di netbook ane.. rakus memori!

    add-on dan oprekable-nya ini yang membuat saya kembali lagi ke pelukan firefox (halah!)

    Reply
    1. bang berly Post author

      Terus terang untuk masalah kecepatan antara Firefox-Opera-Chrome-Safari, ane sendiri belum pernah menguji secara pribadi hingga mendetail. Namun, untuk kecepatan pada Firefox dan Opera, pada saat membuka situs yang sama, Opera memang lebih unggul sekian detik.
      Klo untuk Chrome, sepertinya ane ikut pendapat khalayak ramai, karena banyak yang bilang kalau Chrome adalah web browser tercepat saat ini.
      Kalau masalah konsumsi memori, apalagi pada saat membuka situs yang banyak secara simultan, itu menjadi PR seluruh web browser yang ada. Belum lagi kalau dibarengkan dengan bug yang ditemukan pada masing-masing versi.
      Sepertinya para pengembang web browser akan selalu disibukkan dengan urusan konsumsi memori-bug-kecepatan-stabilitas-ketahanan akan serangan.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s